Sunnatullah
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
SUNNATULLAH
Sunnatulaah atau ketetapan Allah.Merupakan sistem
dan ketentuan Allah untuk hamba hambnya.
Hukum alam sebenarnya tidak ada,yang ada adalah
hukum Allah yang ada di alam atau yang sering kita dengar yakni
sunnatullah.Allah sudah mengungkapkan sesuatu ajarn takdir(ketetapan Allah)
namun ada juga dalam bentuk lain,ketetapan yang telah dipastikan Allah agar
manusia bisa mengikuti keterampilan yang telah di tetapkan Allah dalam
penetapan sesuatu.Apa yang di tetapkan oleh Allah itu sangan tertib.
Bukti empiris informasi yang membenarkan suatu kepercayaan.Dalam prosses
berkeimanan kita harus memiliki sebuah keyakinan.Keyakinan adalah suatu sikap
yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyampulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran.Karena keyakinan merupakan suatu sikap,maka
keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan
kebenaran.Contoh:Pada suatu masa,manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan
pusat tata surya,belakangan di sadari bahwa keyakinan itu keliru. Ilmul Yaqin,
Ainul Yaqin, Haqqul Yaqin adalah tahapan dalam pendirian seseorang dalam
pandangan Musyahadahnya (penyaksiannya) kepada Allah Swt.
Ada juga yang di sebut sunnah Insan.Dalam proses keimanan kita terkait
dengan proses kebenaran mutlak.Contoh:apakah ada atau tidaknya siksa kubur
itu?cukup diyakini saja bahwa itu ketetapan Allahyang benar benar mutlak,namun
tidak semuanya terbukti secara empiris ada juga disebut dengan Ilmul
yaqin,’Ainul Yaqin,dan yang paling ujung Haqqul Yakin.
1.Ilmul Yakin
Di dalam Ilmul Yaqin segala pengetahuan ilmu
telah diliputi dengan Ilmu Allah sehingga apapun amaliah maupun ubudiyah itu
semua menunjukkan dari pada lautan Ilmu Allah Ta’ala.
Jadi Ilmu al yaqin itu adalah keyakinan akan keberadaan Allah swt berdasar
ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti
keyakinan dari para ahli ilmu kalam. Misalnya apa saja yang ada di alam semesta
ini adalah sebagai akibat dari sebab yang telah ada sebelumnya. Sedangkan sebab
yang telah ada sebelumnya yang juga merupakan akibat dari sebab yang sebelumnya
lagi, sehingga sampai pada satu sebab yang tidak diakibatkan oleh sesuatu
sebab, yang disebabkan penyebab pertama atau causa prima. Dan itulah Tuhan.
2.Ainul Yakin
Di dalam Ainul Yaqin, tatkala seseorang ‘arifiin’
telah melihat sesuatu amalaiah dan ubudiyah diliputi oleh Ilmu Allah kemudian
ia menyaksikan bahwa di dalam gerak dan diam (lelaku) itu adalah saksi Hidupnya
Allah Ta’ala yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala sebagai tujuan hidupnya.
Jadi maksud dari Ainul yaqin adalah Keyakinan yang dialami oleh orang yang
telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin, sehingga setiap kali dia
melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung
meyakini akan wujud Allah; sebagaimana ucapan:
Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ فِيْهِ
“Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu
tersebut”
Ucapan Sayyidina Umar bin Khattab ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئً إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ قَبْلَهُ
“Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah sebelumnya”
Ucapan Sayyidina Usman bin Affan ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ بَعْدَهُ .
“Tiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Allah sesudahnya“.
Ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ مَعَهُ
“Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah beserta sesuatu
tersebut“.
3.Haqqul Yakin
Haqqul Yaqin, adalah kemantapan dalam pendirian
yang kokoh setelah ia mengetahui kemudian ia melihat dengan penyaksian lalu
kemudian tertanam sedalam2nya pada dirinya bahwa : “SEGALA SESUATU APAPUN YANG
TERLIHAT, TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN ILMU ALLAH TA’ALA, SEGALA SESUATU APAPUN
YANG TERDENGAR TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN KALAM ALLAH TA’ALA, DAN TIDAK ADA
YANG TERASA MAUPUN DIRASAKAN MELAINKAN SIRRULLAH (ZATULLAH)”.
Penjelasan makna Haqqul yaqin bisa dimaksudkan keyakinan yang dimiliki oleh
orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah
bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu
hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati
tersebut, yaitu Allah swt.
Dapat disimpulkan bahwa hukum alam itu sebenarnya tidak ada,yang ada
hanyalah hukum Allah di alam yakni Sunnatullah,Sunnatullah itu peraturan yang
ditetapkan oleh Allah kepada hambanya.Allah menciptakan peraturan dengan sangat
tertib.dan juga beberapa bukti yang menjadi kebanggan an seperti bukti Empiris
dan juga lainnya.
Comments
Post a Comment