Manusia Mahluk Ibadah



 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

MANUSIA MAHLUK IBADAH

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz-dzariat 51:56)
Begitulah tujuan Allah SWT menciptakan kita, disetel sebagai makhluk yang beribadah.
Dalam sebuah bukunya Muhammad Quthb menuliskan: “Perasaan seorang muslim dalam perjalanan mencari rizki, mencari ilmu, mengupayakan kemakmuran bumi dan setiap aktivitas fisik, akal dan jiwanya adalah (bisa bernilai) ibadah. (Nilai) Ibadah yang dilaksanakan dengan keikhlasan yang sama dengan keikhlasan untuk melaksanakan (ibadah) shalat.”
1.      Pengertian Ibadah
Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa Arab yaitu عبد- يعبد -عبادة yang artinya melayani patuh, tunduk. Sedangkan secara terminologis ialah:  sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai allah azza wa jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.
 Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya.
a. Ibadah Mahdhah
Ibadah Mahdhah adalah ibadah yang dari segi perkataan, perbuatan telah didesain oleh Allah SWT kemudian diperintahkan kepada Rasulullah s.a.w. untuk mengerjakannya. Seperti shalat fardu 5 kali, ibadah puasa ramadhan dan haji. Semuanya adalah bentuk paket dari Allah turun kepada Rasulullah s.a.w. kemudian  wajib ditirukan oleh umatnya tanpa boleh menambah atau memperbaharui sedikit pun.
Ibadah Mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetapkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincian-perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah :
  • Wudhu,
  • Tayammum
  • Mandi hadats
  • Sholat
  • Shiyam (Puasa)
  • Haji
  • Umrah
b.Ibadah Ghairu Mahdhah
Ibadah Ghairu Mahdhah  adalah: seluruh perilaku seorang hamba yang diorientasikan untuk meraih ridha Allah (ibadah). Dalam hal ini tidak ada aturan baku dari Rasulullah s.a.w.
Semua hal baik jika di lakukan dengan basmalah merupakan Ibadah.
Contoh:memindahkan duri di tengah jalan agar tidak ada orang yang terinjak dengan niat yang tulus karena Allah dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahim merupakan suatu ibadah
Seorang muslim akan senantiasa berupaya, segala perilaku kehidupannya mempunyai nilai ibadah.Dan menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai panutan hidup, suritauladan dalam beribadah yang hanya kepada-Nya.
Salah satu Ayat mengatakan.Yang artinya:
“Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Qs. Huud 11: 4)
“Hai manusia, sesungguhnya kamu menuju kepada Tuhan-mu dengan kerja dan usaha yang sungguh-sungguh, maka kamu pasti akan menjumpai-Nya.” (Qs. Al-Insyiqaq 84: 6)
Orang muslim punya dua pilihan dalam hidupnya Yaitu jalan Fujur dan jalan Taqwa.Dari sini pembahasan menjadi lebih fokus,….sifat alamiah manusia yang mana yang termasuk kecenderungan fujur dan sifat alamiah manusia yang mana yang masuk dalam kecenderungan taqwa.
Ayat tentang fujur dan taqwa tersebut yang artinya” maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu jalan fujur (melanggar, membantah, tidak taat, fasik, buruk ) dan jalan taqwa (taat, patuh, nurut, baik)
Ada ayat mengatakan Yang artinya sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya (dengan jalan taqwa itu) dan sungguh merugi sungguh celaka orang yang mengotori jiwanya (dengan mengikuti jalan fujur) 
Perbedaan Fujur Dan Taqwa
Fujur adalah perbuatan buruk dan prilaku yang bertentangan dengan syariat.Sedangkan Taqwa yaitu kebenaran dan segala tatanan yang di syariatkan Allah.

Seorang muslim yang beriman harus di dasari dengan Ilmu dan di lengkapi dengan Amal.Berikut pembahasan tentang kaitan Iman,Ilmu dan Amal.
Iman, Ilmu, Amal.Sebuah three in one yang tidak dapat di pisahkan. Saling terkait. Iman tanpa ilmu, sesat. Ilmu tanpa Amal, sesat. Amal tanpa ilmu, taklid.

IMAN 
 pula melahirkan penyaksian mata hati (musyahadah) terhadap ketuhanan Allah s.w.t pada setiap pandangan kepada segala perkara. Allah s.w.t berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan Rasul-Nya…" (Ayat 136 : Surah an-Nisaa’)


Sabda rasulullah :
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]


Ayat di atas ditujukan kepada orang yang sudah beriman. Mereka sudah pun beriman tetapi masih digesa supaya beriman. Iman pada tahap permulaan berdasarkan dalil-dalil dan pembuktian. Kemudian mereka diajak pula kepada iman dengan penyaksian mata hati, menyaksikan Rububiyah yang tidak pernah berpisah daripada ubudiyah. Tanpa penyaksian terhadap Rububiyah segala amal tidak berguna kerana orang yang beramal menisbahkan amal itu kepada dirinya sendiri, sedangkan tiada yang melakukan sesuatu melainkan dengan izin Allah s.w.t, dengan Kudrat dan Iradat-Nya, dengan Haula dan Kuwwata-Nya. Himpunan amal sebesar gunung tidak dapat menandingi iman yang sebesar zarah. Orang yang beriman dan menyaksikan Rububiyah pada segala perkara dan semua amal itulah orang yang memperolehi nikmat yang sempurna lahir dan batin, kerana hubungannya dengan Allah s.w.t tidak pernah putus. Orang inilah yang berasa puas dengan berbuat taat kepada Allah s.w.t dan berasa cukup dengan-Nya, kerana tiada Tuhan melainkan Allah s.w.t dan tidak berlaku sesuatu perkara melainkan menurut ketentuan-Nya. Apa lagi yang patut dibuat oleh seorang hamba melainkan taat kepada-Nya dan menerima keputusan-Nya.

ILMU 
Ilmu sesuatu yang sering diutamakan. Tidak dipelihara dengan baik. Kadang ilmu hanya dijadikan sesuatu yang nisbi. Ada tapi tidak ada atau Tidak ada tetapi ada? Tetapi yang pasti adalh ilmu itu satu kewajipan yang tidak bole di pertikai kerana terdapat bukti dan dalil yang pasti semua mengetahuinya.

Akhir-akhir ini satu fenomena yang ditemui, yang membuat kita ketahui bahawa kadang-kadang seseorang tidak faham dengan ilmu yang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat kita tidak habis ber fikir.

Belajar, mencari ilmu kadang di jadikan formula belaka. Kerana maruah, harga diri, atau bahkan desakan dari pihak orang lain, orang tua, suami, isteri, desakan majikan ,dan lain-lain lagi. Pada akhirnya ilmu tidak meresapi dalam diri. Tidak meninggalkan bekas. Bahkan mungkin, tidak menjadikan diri lebih baik.


AMAL
Amal merupakan satu aplikasi yang hasil dari gabungan ilmu dan iman kerana kebenaran iman dapat di lihat amal soleh seseorng .Allah bersumpah demi sesungguhnya manusia itu rugi andai beriman tanpa amal.

Allah SWT berfirman,  
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Surah Al-Asr : 1-3).


“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman”. [HR. Ath-Thabrani]

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa:Ibadah merupakan suatu usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah dalam islam itu ada dua macam yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridhai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah. Seorang hamba yang ibadahnya ingin dikabulkan hendaklah harus memenuhi 2 syarat yaitu ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah s.a.w.Sahabatku, jadikan segala apa yang kita usahakan di kantor, di pasar, di sekolah, di jalan, di rumah, bisa bernilai ibadah kepada-Nya.Dari bahasan jalan fujur dan jalan taqwa di atas kedua sifat ini lebih merujuk pada sifat alamiah manusia sifat bawaan manusia sejak lahir karena dua sifat itu diilhamkan Allah kepada tiap tiap jiwa.iman merupakan penentu sah sesuatu amalan seorang hamba yang mengaku iman kepadaNYA.Dan tidaklah sempurna iman dan ilmu seseorng itu melainkan dengan disulami dengan amal yang terhasil kefahaman dari ilmu ,dan penyatuan yang hadir hasil penyaksian bahwa ianya benar dan hasilnya,anggota badan itu yang bergerak demi merealisasikan ilmu dan iman dengan amal nya.

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Comments

Popular posts from this blog

Pulau Saur

Sinopsis Mati Sunyi. Cok Sawitri

Resume Manusia Sebagai Mahluk Otonom