Resume Manusia Mahkluk Budaya
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia
sebagai makhluk berbudaya yaitu, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna
bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab
untuk mengelola bumi. Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah,
sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30
Artinya: Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
Oleh
karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan
kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki.
Masalah moral adalah yang terpenting, karena sebagaimana Syauqi Bey katakan:
Artinya: “Kekalnya
suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah
pulalah bangsa itu”.
Akhlak
dalam syair di atas menjadi penyebab punahnya suatu bangsa, dikarenakan jika
akhlak suatu bangsa sudah terabaikan, maka peradaban dan budaya bangsa tersebut
akan hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang
berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan
industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu
kesinambungan yang saling bersinergi, sebagaimana dilukiskan dalam bagan
berikut:
Hommes
mengemukakan bahwa, informasi IPTEK yang bersumber dari sesuatu masyarakat lain
tak dapat lepas dari landasan budaya masyarakat yang membentuk informasi
tersebut. Karenanya di tiap informasi IPTEK selalu terkandung isyarat-isyarat
budaya masyarakat asalnya. Selanjutnya dikemukakan juga bahwa, karena
perbedaan-perbedaan tata nilai budaya dari masyarakat pengguna dan masyarakat
asal teknologinya, isyarat-isyarat tersebut dapat diartikan lain oleh
masyarakat penerimanya.
Disinilah
peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal, untuk
dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam
ini. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan
yang bermartabat dan bernilai tinggi. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap
kebudayaan akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu melaksanakan
norma-norma yang ada sesuai dengan tata aturan agama. Ajaran Islam yang
demikian telah mendorong umatnya untuk mengerahkan segala daya dan upaya bagi
kebaikan dan kesejahteraan umat manusia, termasuk dalam pengembangan
kebudayaan. Upaya-upaya tersebut kemudian telah menghasilkan suatu prestasi
peradaban baru yang tinggi yang dikenal dengan “peradaban Islam” yang dalam
sejarahnya telah memberikan andil yang cukup besar bagi kemajuan peradaban
dunia. Ayat-ayat Alquran memang banyak memberikan dorongan kepada umat manusia
bagi pengembangan kebudayaan. Motivasi yang diberikan Alquran dan hadis
nabi dalam hal pengembangan budaya dalam sejarah Islam terbukti telah
menghasilkan pretasi budaya yang luar biasa. Puncaknya sebagaimana terlihat
pada masa Abbasiah yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Islam. Prestasi
demikian didukung oleh peran penguasa Islam (khalifah), yang memberikan
perhatian terhadap pengembangan budaya. Para ilmuwan sangat dilindungi,
diberikan perhatian yang istimewa oleh para penguasa tanpa memandang latar
belakang ilmuwan tersebut: apakah beragama Islam atau tidak, bangsa Arab atau
tidak. Tidak hanya itu, orang-orang yang kaya yang memiliki harta berlimpah
juga umumnya sangat menaruh perhatian yang cukup besar dalam hal pengembangan
budaya. Sebagian harta mereka digunakan untuk pengembangan budaya3 Dengan kata
lain segenap elemen masyarakat terlibat dan mendukung dalam hal pengembangan
ilmu dan budaya. Kondisi demikianlah yang menyebabkan umat Islam berhasil
menjadi bangsa yang besar bangsa yang memiliki prestasi luar biasa dalam
melahirkan budaya, yang dikenal dengan kebudayaan Islam. Kebudayaan ini
sesungguhnya lahir dari kemampuan umat Islam dalam mengembangkan berbagai
budaya yang telah berkembang dan mapan pada masa sebelumnya, terutama
kebudayaan Romawi, dan Persia4.
Kebudayaan
yang dikembangkan oleh umat Islam tersebut meliputi berbagai bidang keilmuwan,
seperti Medis, Astronomi, Fisika, Matematika, arsitektur, dan ilmu-ilmu lain di
samping ilmu agama. Ilmuwan-ilmuwan yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu
tersebut di antaranya adalah Ibn Rusyd, Al-Farabi, Al-Kindi (Filosof), Ibn Sina
(kedokteran), Al-Mawardi (tata negara), Al-Biruni (Fisika), Al-Khawarizmi, Umar
Khayyam (matematika), dan lain-lain.
Dapat simpulkan bahwa manusia itu
mahkluk berbudaya dan manusia itu mahkluk yang sempurna bila dibanding dengan
mahkluk lainnya.
Comments
Post a Comment