Ressume Manusia Mahkluk Belajar




MANUSIA MAHKLUK BELAJAR

Manusia sebagai makhluk yang dapat dididik, maka manusia perlu dididik. Manusia sejak kelahirannya telah memiliki potensi dasar yang universal. Buku yang berjudul “Pengantar Dasar-Dasar Kependidikan” oleh TIM Dosen FIP-IKIP Malang menyebutkan bahwa :

“Sejak kelahirannya manusia telah memilki potensi dasar yang universal, berupa : kemampuan untuk membedakan antara baik dan buruk (moral identity); kemampuan dan kesadaran untuk memperkembangkan diri sendiri sesuai dengan pembawaan dan cita-citanya (individual identity); kemampuan untuk berhubungan dan kerjasama dengan orang lain (social identity) dan adanya ciri-ciri khas yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain (individual differences)”[3]
Manusia terlahir sebagai makhluk yang suci sebagaimana sabda rasulullah SAW yang artinya“setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani atau majusi.” Dari sini kita mengetahui akan pentingnya pendidikan anak sejak dalam Rahim ibu sampai ia beranjak dewasa. Jangan sampai ketika sang anak terlahir dalam keadaan suci akan tetapi lingkungannya sama sekali tidak mendukung sang anak. Untuk itu lingkungan sangat berpengaruh sekali terhadap hasil sang anak. Ketika kita nantinya sebagai orang tua mengharapkan sang anak menjadi baik akan tetapi lingkungannya buruk maka hal tersebut akan sulit tercapai.

Untuk itu betapa pentingnya pendidikan terhadap setiap insan agar nantinya  melahirkan generasi yang baik. Allah telah mewajibkan kepada setiap muslim dan muslimat untuk selalu menuntut ilmu sebagaimana sabda rasulullah SAW yang berbunyi: “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat.” Lalu, kenapa kita mesti ragu untuk menimba ilmu.

Banyak sekali keutamaan yang akan di dapat bagi para penuntut ilmu diantaranya adalah:
       a. Allah akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu
       b. Jalan menuju surga Allah
       c. Malaikat akan membentangkan sayap untuk penuntut ilmu
       d. Ilmu adalah amalan yang tidak terputus amalannya
Sungguh allah begitu sangat memuliakan sekali para penuntut ilmu. Bersemangatlah untuk selalu menimba ilmu agar dapat meraih keutamaan tersebut.

Menuntut ilmu tidak hanya dapat di lakukan ketika kita duduk di bangku perkuliahan saja. Akan tetapi ilmu dapat kita dapatkan dimana saja,kapan saja dan dengan siapa saja. Contohnya saja ilmu tentang menanam jagung kita dapat mendapatkan ilmu tersebut langsung dari petani jagung tanpa harus menuntut ilmu di bangku kuliah. Ini pertanda bahwa ilmu allah itu begitu luas sekali. sebagai seorang hamba yang beriman maka alangkah baiknya kita untuk menuntut ilmu tersebut tanpa memandang siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang di bicarakan. Jadikanlah ilmu tersebut sebagai sarana untuk dapat mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa.

Banyak sekali kata mutiara yang dapat menyemangati kita para penuntut ilmu agar menuntu ilmunya lebih bergairah kembali. Di antaranya adalah:
      1. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat
      2. Ilmu lebih utama daripada harta
      3. Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan, belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh sesorang yang bukan penakut. ( Anwar Fuadi)

            Terakhir kali tak lupa saya mengingatkan khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada pembaca sekalian untuk selalu menggenjot motivasi belajar agar derajat kita dapat naik satu tingkat dengan yang tidak menuntut ilmu. Ingatlah, bahwa ilmu yang kita pelajari selain bermanfaat untuk diri sendiri ilmu tersebut akan bermanfaat pula untuk orang lain. Ilmu yang bermanfaat untuk orang lain nantinya akan terhitung sebagai amal jariyah yang akan membantu kita di saat tak ada lagi yang mampu membantu selain amal kebaikan.
           
Berbagai Istilah tentang Manusia
Pemakaian kata manusia memiliki makna ganda, seperti terbukti dalam kalimat-kalimat berikut ini: (a) Manusia tidak lain kecuali hewan, yang mengandung makna manusia adalah hewan. (b) Manusia merupakan hasil sejarah, berarti tidak mengacu pada manusia, melainkan kepada kepribadiannya. (c) Manusia adalah makhluk rohani, yang bermakna, manusia merupakan mahluk yang lebih dari raga, nyawa, atau jiwa. (d) bahwa manusia yang di dalam nya terdapat raga, namun berbeda dengan raga lainnya. (e) menggambarkan manusia sejenis kebajikan atau kedirian.
H.M.Quraish Shihab mengatakan bahwa keterbatasan pengetahuan manusia tentang dirinya disebabkan oleh:
1. pembahasan tentang manusia termaksud yang terlambat dilakukan, karena pada mulanya perhatian manusia hanya tertuju pada penyelidikan tentang materi alam.
2. ciri khas manusia yang cenderung memikirkan hal-hal yang tidak kompleks.
3. multikompleks nya masalah manusia.
Terlepas dari pro kontra tentang istilah mana yang akan digunakan oleh manusia, dalam menyusun berbagai teori dan konsep tentang berbagai kehidupan, yang pasti bahwa manusia adalah sebagai makhluk yang memiliki potensi yang luar biasa.
Agamawan berkomentar bahwa pengetahuan manusia tentang manusia demikian itu disebabkan karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dalam unsur penciptaannya terhadap roh ilahi, sedang manusia tidak di beri pengetahua tentang roh, kecuali sedikit. (QS. Al-Isra’,17:85)
Menurut H.M.Quraish Shihab, ada tiga istilah yang di gunakan al-quran untuk menunjuk kepad manusia:
      1. Manusia sebagai Al-Insan
Di dalam al-quran kata insan disebut sebanyak 65 kali dalam 63 ayat. Kata insan berasal dari kata “uns” yang berarti jinak, harmoni dan tumpah, dan ada pula yang berpendapat bahwa kata “uns” berasal dari kata “nasiya” yang berarti lupa, atau berasal dari kata nasa yanusu yang berarti guncang.
Selanjutnya, di dalam al-quran terdapat ayat-ayat yang berbicara tentang manusia sebagai insan yang dikaitkan dengan berbagai kegiatan manusia. Kata insan terkadang digunakan untuk menjelaskan tentang kegiatan manusia dalam belajar (QS. 96:1-5 dan 55:1-3), sebagai makhluk yang memiliki musuh dan suka bermusuhan (QS. 12:5 dan 17:53), mahluk yang dapat mengola dan merencanakan waktu (QS. 103:1-3), makhluk yang dapat memikul amanat (QS. 33:72), sebagai makhluk yang dapat menanggung semua perbuatan yang di lakukanya (QS. 53:39, dan 79:35), yang memiliki komitmen moral (QS. 29:8, 31:14, dan 46:15), makhluk yang dapat bekerja dalam bidang peternakan (QS. 28:23 dan 25:49), yang dapat melakukan pelayaran (QS. 2:164), makhluk yang dapat mendaya gunakan logam besi (QS. 57:25), yang dapat melakukan perubahan sosial (QS. 3:140 dan 8:26).
Manusia insan adalah manusia yang dapat menerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak di ketahui nya, dalam hal ini secar simbolis tuhan merupakan sebagai guru yang maha luas ilmu nya, atau Al-Alim.
Manusia insan sebagai kodratik, sebagi ciptaan tuhan yang maha sempurna bentuknya di bandingkan dengan makhluk lainnya.
Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dalam konstek insan merupakan kegiatan kebudayaan yang paling vital.
      2. Manusia sebagai Al- Basyar
Al- Basyar adalah manusia dalam kehidupan nya sehari-hari, yang berkaitan dengan kegiatan lahiriah, yang di pengaruhi oleh dorongan kodrat alamiahnya, seperti makan, minum, bersetubuh, dan mati mengakhiri kegiatanya.
Dari sisi lain banyak ayat al-quran yang menggunakan kata basyar yang mengisyaratkan bahwa proses kejadian manusia sebagai basyar, melalui tahap-tahap sehingga mencapai tahap kedewasaan.
Insan basyar pada hakikat nya adalah manusia sebagai kesatuan yang membentuk kebudayaan. Kata insan dan basyar dipakai untuk sebutan manusia.
      3. Manusia sebagai Bani Adam atau Zuriyat Adam
Kata Adam atau Zuriyat Adam juga mengandung arti, bahwa manusia sebagai mahluk sosial. Seperti dalam quran surat (QS. Al-Isra’ 17:70).
Dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu tugas guru adah menggali potensi insan, basyar, dan al-nas yang dimiliki semua tersebut. Wewenang manusia di bidang pengetahuan, informasi, pandangan, keinginan, dan kecenderungan itu sangat luas dan tinggi.
Dengan melihat penjelasan yang di berikan al-quran dan para ulama, terlihat dengan jelas bahwa manusia memiliki kemampuan intelektual, spiritual, sosial, dan jasmani dengan berbagai cabangnya.
Informasi tentang manusia dengan berbagai potensi yang dimilikinya itu amat menolong manusia dalam rangka merancang kegiatan belajar  melaluyi strategi pembelajaran yang bersifat konsepsional dan tepat. Disinilah letak relevansi kajian tentang manusia dengan perumusan konsep pembelajaran.


Berbagai Potensi Manusia
Dengan mengkaji konsep al-insan, al-nas, basyar, bani adam, atau zuriyat adam, paling kurang dapat diketahui adanya ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang dimiliki manusia.





Struktur Jiwa Manusia Dan Hubungannya Dengan Kegiatan Belajar Mengajar
       A.  Pengertian jiwa dalam ilmu jiwa
Jiwa atau yang dalam bahasa inggris nya psyche berbeda dengan nyawa. Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat absrak, yang menjadi penggerak dan mengatur segala perbuatan pribadi, mulai hewat tinggkat tinggi hingga manusia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa: (1) bahwa kegiatan belajar mengajar sebagaimana di jumpai pada teori dan konsep pembelajaran pada dasarnya bertolak dari informasi yang terdapat dalam kajian kejiwaan. (2) para ahli strategi pembelajaran berutang budi kepada para ahli ilmu jiwa. (3) ajaran islam dengan sumber utama nya adalah al-quran dan as-sunnah telah memberikan informasi yang lengkap dan mendasar tentang struktur kejiwaan manusia yang selanjutnya apa di gunakan untuk merumuskan strategi pembelajran.

Comments

Popular posts from this blog

Pulau Saur

Sinopsis Mati Sunyi. Cok Sawitri

Resume Manusia Sebagai Mahluk Otonom