MENGUBAH BENTUK NASKAH CERPEN KE BENTUK NASKAH DRAMA
MENGUBAH BENTUK NASKAH CERPEN KE BENTUK NASKAH DRAMA
![]() |
DIRANGKUM
OLEH
WARINA
NIM 1612011069
KELAS 4 B
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2018
JATUH CINTA mendekatkanku PADA ALLAH
Karya Kiki Ramadhan
"gubrak" Aku menabrak sesuatu dihadapanku membuat semua buku-buku di gengamanku terjatuh. Siapakah sosok yang ku tabrak ini, mencoba menoleh kearahnya. Tampaknya seorang pria tinggi, berkulit putih dan berkaca mata.
"Hati-hati" ucapnya melepas senyum dari dua belah bibirnya.
Aku menatap wajahnya dalam-dalam. Bibirku berat untuk berucap seperti ada sebuah sengatan listrik yang menyambarku, nafasku begitu berat, jantungku seakan sejenak terhenti.
Jatuh Cinta mendekatkanku Pada Allah
Pagi jakarta,
Aku membuka jendela kamarku. Malam telah berganti pagi, menyisakan embun pagi yang akan segera hilang tertelan hangatnya mentari. Kicauan burung terdengar mengalun, memberikan keindahan pagi ini. Sebentar menghampiri laptop, membuka account facebook kemudian bergegas mandi untuk segera pergi sekolah.
Tiga jarum Jam tanganku sudah menunjuk pukul 06.30 pagi. Setelah menyantap beberapa potong roti, segera aku melangkah menuju sekolah.
Aku menyusuri lorong sekolah menuju kelas namun sebelumya aku harus melewati perpustakaan, laboratorium dan ruang guru. Ketika aku melewati ruang guru, aku melihat sosok pria yang kutabrak kemarin. Tampaknya ia baru saja keluar dari ruang guru.
"Hey .." panggilku menghampirinya.
"Assalamualaikum" ucapnya berbalik menyapaku.
"Walaikumsalam" balaskku.
"Ada apa yah?"
"Ga kok, kenalkan aku Kheisya Azahra" ucapku mengulurkan tangan.
"Saya, Mohammad Ikhwan" jawabnya. Merapatan kedua telapak tangannya di dada."Salam kenal" menarik lagi uluran tanganku. Aku mengerti mengapa ia tidak membalas uluran tanganku karena mungkin aku bukan muhrim baginya.
"Sudah dulu yah sya, bel masuk sebentar lagi berbunyi" putusnya berlalu meninggalkanku. Hatiku berbunga-bunga, rasanya bahagia bukan kepalang. Aku seperti mendapatkan sebuah hadiah terindah karena aku bisa berkenalan dengannya. Hemm .. ini membuatku semakin ingin tahu siapakah sebenarnya sosok Ikhwan itu.
Duduk bersandar di bangku taman sembari menimati snack yang baru saja kubeli dikantin bersama sahabatku Mirna. Kebiasaan inilah yang kulakukan menghabiskan jam istirahat. Sejurus kemudian aku melihat Ikhwan keluar dari kelasnya. Untuk kedua kalinya aku mencoba menghampirinya.
"Mirna, gue kesana dulu sebentar" ucapku meninggalkan Mirna.
"Oke" balasnya.
Aku mengikuti langkah Ikhwan. Tampaknya ia menuju mushola yang berada di ujung sekolah tepat di sebelah ruang osis.
"Kheisya," sapa Ratna menghampiriku. "Mau shalat Dzuhur?"
"Gag, aku gag bawa mukena" jawabku. "Ratna kenal sama Ikhwan?"
"Oh ka Ikhwan, dia ketua rohis disini. Memangnya ada apa kamu tanya ka Ikhwan? "
" Gag kenapa-kenapa kok. Aku bisa masuk rohis gag? "
" Bisa saja kok, rohis terbuka untuk siapa saja. Kamu datang saja kesini setiap hari minggu jam sembilan pagi mengenakan pakaian muslim "ujarnya.
"Oh begitu yah ,. Okeh deh, makasih yah "
" iyah sama-sama, kamu jadi Shalat gag? ini pakai mukenaku "
" gag, lain kali ajah "putusku meninggalkan Ratna.
Minggu pagi tepat jam sembilan aku datang kesekolah. Semenjak aku mengetahui bahwasanya ka Ikhwan adalah ketua rohis, sekarang aku tertarik dengan kegiatan itu.
"Kheisya sini .." panggil Ratna dari dalam mushola ketika melihat kedatanganku. Segera aku menghamprinya.
"Sya, pakai kerudungmu" pinta Ratna padaku.
"Aku gag bawa"
"yasudah ini aku pinjamkan" ucapnya mengeluaran kerudung dari dalam tasnya kemudian memberikannya padaku.
Aku mengenakan kerudung pemberian Ratna. Baru kali ini aku merasakan menggunakan kerudung lagi setelah lama tidak pernah menggunakan. Terakhir ku ingat saat duduk dibangku sekolah dasar dulu, itupun hanya setiap hari jum'at saja.
Tidak lama aku duduk, ka Ikhwan datang bersama dua orang laki-laki yang tidak aku kenal. Kemudian mereka duduk bersila diantara kami. Mengetahui kedatangan ka Ikhwan segera Ratna menghampirinya.
"Assalamualaikum Ka Ikhwan" sapa Ratna.
"Walaikumsalam, ada apa Ratna?" Balasnya.
"Ada sahabat kita yang baru bergabung, namanya Kheisya Azahra" Ratna meperkenalkanku. Jari jempolnya menunjuk kearahku. Ka Ikhwan hanya menolehkan wajahnya kearahku kemudian memberikan senyum. Akupun hanya tersenyum seraya mengangguk membalas senyumnya.
Waktu begitu cepat berlalu, Dzuhur telah datang dan Azan telah di kumandangkan. Kami shalat berjamaah kemudian membaca beberapa ayat Al-Qur'an, ditutup dengan Dzikir bersama dan kamipun di pulangkan. Sebulan telah berlalu. Kini aku semakin dekat dengan sosok ka Ikhwan dan bukan hanya itu semenjak aku bergabung dengan kegiatan rohis sekarang aku mulai rajin pergi ke mushola, rajin melakukan ibadah, dan telah mengenakan pakaian muslim setiap pergi sekolah. Tentunya semua ini aku lakukan atas dasar rasa sukaku dengan ka Ikhwan. Dialah yang mebuat aku benar-benar berubah. Semakin hari kini rasa sukaku itu makin memuncak, ingin segera rasanya aku ungkapkan. Namun apakah ka Ikhwan akan menerima cintaku.
Jam istirahat aku mengahmpiri ka Ikhwan yang sedang asyik duduk di kantin. Kini saatnya aku ungkapkan semua yang aku rasakan padanya.
"Assalamualaikum ka Ikhwan, Kheisya mau ngomong sesuatu sama kakak" ucapku membuka obrolan.
"Walaikumsallam, iyah ada apa sya?"
"Ka Ikhwan sebenarnya kheisya suka sama kakak, semenjak saat pertama aku nabrak kakak dulu. Dan semua yang kini kheisya lakukkan merupakan cara agar kheisya bisa dekat sama kakak. Entahlah mungkin Allah tidak akan pernah menerima ibadah Kheisya karena selama ini maksud dan tujuannya hanya untuk bisa kenal sama kakak dan kakak bisa suka sama Kheisya. Sekarang aku mau ungkapkan persaan ini sama kakak dan apakah kakak mau menerima cinta Kheisya "jelasku.
"Kakak gag percaya dengan apa yang kakak dengar, kenapa kamu harus melakukan semua ini sya" balasnya seperti tidak percaya. "Mohon maaf sya, kakak tidak bisa menerima cintamu karena kakak sudah memutuskan untuk tidak pacaran dan memfokuskan diri pada ujian nasional nanti"
"iyah ka, Kheisya mengerti dan Kheisya juga tahu kalau selama ini Kheisya salah"
"gag ada yang salah kok sya. Seharusnya kamu bersyukur sama Allah, mungkin inilah caraNya untuk mendekatkan kamu padaNya. Sekarang, kamu harus terus melanjutkan ibadahmu dan dasarkan ibadahmu karena Allah "
" iyah ka, makasih atas semua bimbingannya selama ini. Kakak tidak akan berhentikan membimbing Kheisya dekat sama Allah? "
" Insya Allah tidak selama kamu masih mau belajar. Yuk, sama-sama kita belajar untuk mendekatkan diri pada Allah "
" iyah ka "putusku mengilangkan rasa kekecewaan.
Rasa itu kini makin lama menghilang. Sekarang aku harus belajar untuk melupakan impian perasaan itu, belajar untuk jadi jiwa yang tegar, belajar untuk bisa menjadi lebih baik, dan tentu belajar untuk lebih dekat mencintai Allah.
Cerpen diubah menjadi naskah Drama
Para pelaku :
Mohammad Ikhwan
Kheisya Azahra
Ratna
Mirna
Kedua teman Ikhwan
JATUH CINTA mendekatkanku PADA ALLAH
Seorang perempuan bernama Kheisya Azahra denga tidak sengaja menabrak pria tampan, tinggi, berkulit putih, dan berkaca mata, pria tersebut bernama Mohammad Ikhwan, sehingga membuat buku-buku di genggaman Kheisya terjatuh. Melihat Ikhwan yang begitu tampan Kheisya langsung jatuh hati.
Ikhwan: “ Hati-hati” ( sambil tersenyum )
Kheisya: ( diam sambil menatap Ikhwan dalam-dalam )
Pagi ssyang cerah, kicauan burung terdengar mengalun, memberikan keindahan pagi. Kheisya menghampiri laptop untuk membuka account facebook kemudian bergegas mandi untuk pergi kesekolah.
Tepat jam 06.30 pagi setelah menyantap beberapa potong roti, Kheisya berangkat kesekolah. Tiba di sekolah setelah Kheisya melewati perpustakaan, laboratorium dan ruang guru. Kheisya melihat Ikhwan baru saja keluar di ruang guru.
Kheisya: ” Hey” ( menghampiri ikhwan )
Ikhwan: “Assalamu ‘Alaikum ( berbalik menyapa Kheisya )
Kheisha: “Waalaikum salam ( menjawab salam Ikhwan )
IIkhwan: “ Ada apa yah?
Kheisya: ” Gak kok, kenalkan aku Kheisya azzahra” (sambil mengulurkan tangan )
Ikhwan: ” Saya Mohammad Ikhwan “ (merapatkan kedua telapak tangan ke dada )
Kheisya : “ Salam kenal ”( menarik uluran tangan )
Kheisya mengerti kenapa Ikhwan tidak membalas uluran tangannya karena di Islam yang bukan muhrim dilarang bersentuhan
Ikhwan: “ Sudah dulu ya Sya, bel masuk sebentar lagi berbunyi ”
( berjalan meninggalkan Kheisya )
Setelah berkenalan dengan Ikwan, Kheisya sangat bahagia dan membuatnya semakin ingin tahu siapa sebenarnya sosok Ikhwan itu.
Saat jam istirahat, ketika kheisya bersama temannya Mirna duduk bersandar di bangku taman sembari menikmati snack yang merupakan kebiasaan mereka. Saat itu Kheisya melihat Ikwan keluar dari kelasnya dan Kheisya segera menghampiri ikhwan.
Kheisya: “ Mirna, gue kesana dulu” (melangkah meninggalkan Mirna )
Mirna: “ Oke”
Ratna: “ Kheisya, mau sholat Dzuhur?” ( menghampiri Kheisya )
Kheisya: “ Gak, aku gak bawa mukenah” ( menjawab ) “ Ratna kenal Ikhwan?”
( kembali bertanya).
Ratna: “ Oh kak Ikhwan, dia ketue rohis di sini. Memangnya ada apa kamu Tanya
kaka Ikhwan ?” (heran)
Kheisya: “ Gak kenapa-kenapa kok. Aku bisa masuk rohis gak?”
Ratna: ” Bisa saja kok, rohis terbuka untuk siapa saja. Kamu datang saja kesini setiap hari minggu jam Sembilan pagi memakai pakaian muslim. ( member penjelasan pada Kheisya )
Kheisya: ” Oh begitu yah, Okeh deh, maksih ya”
Ratna: “ Iyah sama-sama, kamu jadi sholat gak? Ini pakai mukenahku.” ( memperlihatkan mukenah )
Kheisya: “ Gak, lain kali ajah” ( pergi meninggalkan Ratna )
Pada ahri minggu tepat jam Sembilan pagi Kheisya datang ke sekolah. Semenjak ia mengetahui bahwasanya Ikhwan adalah ketua rohis, sekarang ia tertarik dengan kegiatan itu.
Ratna: “ Kheisya sini..” ( Ratna dari dalam Mushalla memanggil Kheisya).
Kheisya: ( segera menghampiri Ratna )
Ratna: “ Sya, pakai kerudungmu” ( meminta Kheisya memakai kerudung)
Kheisya: “ Aku gak bwa “
Ratna: “ Ya sudah ini pakai aku pinjamkan” ( mengeluarkan kerudung dari dalam
tasnya kemudian diberikan kepada Kheisya )
Kheisya pun mengenakan kerudung pemberian ratna dan baru kali ini dia merasakan menggunakan kerudung setelah sekian lama tidak pernah menggunakan kerudung.
Kemudian tak lama duduk, Ikhwan datang bersama temannya dan segera duduk bersila diantara mereka. Mengetahui kedatangan Ikhwan, Ratna menghampirinya.
Ratna: “ Assalamu ‘Alaikum Ka Ikhwan” ( Ratna menyapa Ikhwan)
Ikhwan: “ Waalaikum salam, ada apa Ratna?” ( Ikhwan membalas salam Ratna)
Ratna: “ Ada sahabat kita yang baru bergabung, namanya Kheisya Azahra”
( memperkenalkan Kheisya )
Ikhwan: ( menolehkan wajah dan mengarahkan jari jempol sambil tersenyum kepada Kheisya )
Kheisya: ( tersenyum membalas senyuman Ikhwan)
Waktu cepat berlalu, tiba waktu sholat Dzuhur, setelah adzan selesai merekapun sholat berjamaah kemudian membaca beberapa ayat Al Qur’an, dan ditutup dengan Dzikir bersama kemudian merekapun pulang.sebulan telah berlalu. Kini Kheisya semakin dekat dengan Ikhwan dan juga Kheisya semakin rajin pergi ke musholla, rajin melakukan ibadah, dan telah mengenakan pakaian muslim setiap pergi kesekolah. Jam istirahat tiba Kheisya menhampiri Ikhwan yang sedang asik duduk di kantin. Kheisya mengungkapkan perasaannya kepada Ikhwan.
Kheisya: “ Assalamu ‘Alaikum ka Ikhwan, Kheisya mau ngmong sesuatu sama kakak.”
( ucap Kheisya memulai obrolan)
“ Kak Ikhwan sebenarnya Kheisya suka sama kakak, semenjak saat pertama aku nabrak kakak dulu. Dan semua yang kini Kheisya lakukan merupakan cara agar bisa dekat sama kakak. Entahlah mungkin Allah tidak akan pernah nertima ibadah Kheisya karena selama ini maksud dan tujuanku hanya untuk bisa kenal sama kakak dan kakak bisa suka sama Kheisya. Sekarang aku mau ungkapkan perasaan ini sama kakak dan apakah kakak mau menerima cinta Kheisya.”( menjelaskan kapada Ikhwan )
Ikhwan: “ kakak gag percaya dengan apa yang kakak dengar, kenapa kamu harus melakukan
semua ini sya?”( heran tidak percaya )
“ mohon maaf Sya, kakak tidak bisa menerima cintamu karena kakak sudah memutuskan focus untuk tidak pacaran dan memfokuskan diri pada ujian nasional nanti” ( member penjelasan pada Kheisya )
Kheisya: “ Iyah kak, Kheisya mengerti dan Kheisya juga tahu kalau Kheisya selama ini salah.”
( berusaha menahan sedih)
Ikhwan: “ gak ada yang salah kok Sya, seharusnya kamu bersyukur kepada Allah,
mungkin inilah cara-Nya untuk mendekatkan kamu kepada-Nya. Sekarang kamu harus melanjutkan ibadahmu dan dasarkan ibadahmu karena Allah” ( berusaha member penjelasan )
Kheisya: “ Iyah kak, makasih atas semua bimbingannya selama ini .
kakak tidak akan berhentikan membimbing kheisya dekat sama Allah?”
Ikwanh: “ Insya Allah tidak selama kamu masih mau belajar. Yuk,
sama-sama kita belajara untuk mendekatkan diri kepada Allah ” ( mengajak Kheisya )
Kheisya: “ Iya kak, ( putus Kheisya sambil menghilankan kekecewaan )
Seiring berjalannya waktu rasa Kheisya terhadap Ikhwan perlahan mulai menghilang. Sekarang Kheisya belajar untuk jadi jiwa yang tegar, belajar untuk bisa menjadi lebih baik, dan tentu belajar untuk lebih dekat mencinta Allah.

Comments
Post a Comment