Posts

Resume Manusia Sebagai Mahluk Sosial

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL Dalam hal pergaulan hidup bermasyarakat, Islam  banyak sekali  memberikan  petunjuk, tuntunan, bimbingan dalam menciptakan suasana kehidupan yang  aman , tentram, bahagia, damai dan sejahtera. Untuk ini antara lain Islam melarang adanya perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan kerugian baik bagi dirinya sendiri, lebih-lebih bagi kerugian orang lain. Sabda Nabi Muhammad saw : Artiny a : Tidak boleh mendatangkan kerugian (bagi yang lain) dan tidak boleh membuat kerugian pada bagi dirinya sendiri (HR Ibnu Majah). Pada dasarnya, kewajiban manusia sebagai makhluk sosial adalah sebagai berikut : 1. Menghilangkan gangguan-gangguan pada diri sendiri. Setiap individu manusia hendaknya selalu berusaha  agar  tidak suka untuk melakukan fitnah, berdusta, menghinakan dan merend...

Resume Ilmu Faraidh(mawaris)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   FARAIDH(MAWARIS)   adalah ilmu yang diketahui dengannya siapa yang berhak mendapat waris dan siapa yang tidak berhak, dan juga berapa ukuran untuk setiap ahli waris. [1]   Menurut   Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan , definisi ilmu al-faraidh yang paling tepat adalah apa yang disebutkan   Ad-Dardir   dalam   Asy-Syarhul Kabir   (juz 4, hal. 406), bahwa ilmu al-faraidh adalah: “Ilmu yang dengannya dapat diketahui siapa yang berhak mewarisi dengan (rincian) jatah warisnya masing-masing dan diketahui pula siapa yang tidak berhak mewarisi.” [2]   Pokok bahasan ilmu al-faraidh adalah pembagian harta waris yang ditinggalkan si mayit kepada ahli warisnya, sesuai bimbingan Allah dan Rasul-Nya. [2]   Demikian pula mendudukkan siapa yang berhak mendapatkan harta waris dan siapa yang tidak berhak mendapatkannya dari keluarga si ...

Resume Manusia Sebagai Mahluk Otonom

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ MANUSIA SEBAGAI MAHLUK OTONOM Sebagai makhluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan. Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah ...